Manajemen Liverpool harus berpikir ulang apakah memang melepas Mohamed Salah begitu saja. Sebab, The Reds takkan bisa ada di puncak Liga Inggris tanpa Salah.
Masa depan Salah lagi dalam spekulasi setelah pernyataannya kepada media usai membawa Liverpool menang 3-2 di kandang Southampton akhir pekan kemarin. Salah mengaku kecewa karena belum juga ditawari kontrak baru oleh Liverpool.
Padahal masa tinggal Salah di Anfield tinggal tersisa sampai 30 Juni 2025. Salah tidak ada keinginan untuk meninggalkan Liverpool karena masih ingin bermain di level kompetisi yang kompetitif.
Tapi, Salah menyerahkan keputusan akhir kepada manajemen klub. Sontak pernyataan Salah ini mengundang pro-kontra di kalangan fans dan juga mantan pemain.
Ada yang mendukung pernyataan Salah karena merasa klub sudah seharusnya memberikan kontrak baru. Sementara kritik dilontarkan mengingat Salah melakukannya di waktu yang salah, saat Liverpool akan menghadapi dua laga penting kontra Real Madrid dan Manchester City.
Apapun pro-kontranya, Liverpool sepertinya harus berpikir beribu-ribu kali jika ingin melepas Salah. Sekalipun akan memasuki usia 33 tahun musim depan, Salah tidak menunjukkan penurunan performa.
Yang ada Salah malah on fire musim ini berkat torehan 12 gol dan 10 assist dari 18 laga di seluruh ajang. Khusus di Premier League, Salah sudah bikin 10 gol dan enam assist, paling banyak terlibat gol di antara pemain lain.
Kontribusi 16 gol Salah itu sudah memberikan 17 poin untuk Liverpool, lebih dari setengah total poin mereka saat ini, yakni 31 dari 12 laga. Menurut Opta, tanpa Salah, Liverpool cuma berada di posisi ke-13 dengan 14 poin, hasil tiga kemenangan, lima seri, dan empat kekalahan.
Bandingkan dengan total 10 kemenangan, satu seri, dan satu kalah yang didapat Liverpool saat ini. Bahkan di klasemen tanpa gol Salah itu, Liverpool lebih buruk dari Manchester United dan Brentford.
Posisi puncak klasemen dikuasai Chelsea dengan 25 poin. Sebagai catatan, saat mengalahkan The Blues 2-1 Oktober lalu, Salah bikin satu gol dan satu assist.
Jadi, beneran mau kehilangan Salah, Liverpool?